Saya Malu Menjadi Mahasiswa UI

Mahasiswa. Masih seorang siswa, tapi, dengan embel-embel Maha. Maha yang dalam KBBI berarti sangat, amat, teramat, dan besar.  Jika disandingan dengan kata siswa jadilah sebuah kata baru yang artinya bukan hanya sekadar ‘seorang yang belajar di perguruan tinggi’. Namun, pemuda penggerak, harapan, dan masa depan bangsa ini. Begitu besar harapan yang disandangkan di bahu kami, para mahasiswa, khususnya mahasiswa UI. Dari kami lah calon-calon penerus bangsa ini lahir. Dari kami lah diharapkan negeri ini jadi negeri yang maju dan sejahtera rakyatnya.

Bagi saya bisa menjadi bagian dari Universitas Indonesia merupakan suatu kebanggaan besar. Tanpa maksud meninggikan diri, saya lolos jalur tes paling sulit dan kompetitif di negara ini, bersaing dengan kira-kira 600.000 lulusan SMA dari seantero negeri. Dengan kuota untuk Jurusan Ilmu Perpustakaan hanya 12 orang dan pendaftar tahun lalu sebanyak 700-an, saya sejujurnya tidak terlalu berharap banyak. Saya terus berdoa untuk diterima di pilihan kedua saya, Sastra Jepang di universitas negeri di Bandung. Tapi, takdir berkata lain. Saya diterima di universitas terbaik di Indonesia. Universitas impian saya dari kecil. Bahkan sampai hari inipun rasanya masih seperti mimpi. Tapi, sesungguhnya perjuangan yang sebenarnya akan dimulai dari detik ini.

Sudah banyak juga prestasi ditorehkan oleh mahasiswa untuk negeri ini, mahasiswa Universitas Indonesia khususnya. Sering kali saya melihat berita di media sosial tentang prestasi yang diraih mahasiswa UI baik di tingkat nasional maupun internasional. Hal ini juga yang semakin menguatkan motivasi saya untuk menjadi mahasiswa UI. Berharap suatu hari saya juga bisa menjadi hebat seperti mereka.

Hal paling wajar dan sangat umum diinginkan mahasiswa baru adalah IPK tinggi. Dan bila disuruh menyebutkan harapan dan pecapaian yang ingin diwujudkan semasa kuliah dan setelahnya rata-rata akan mengatakan, “Lulus dengan gelar cum laude, kerja di perusahaan multinasional, dan bergaji tinggi.” Namun, bagi saya agak sedikit berbeda. Bukannya saya sok anti mainstream atau sok hipster. Saya hanya ingin hidup bahagia dalam kesederhanaan. Sesimpel itu. Tapi, dengan diterimanya saya sebagai mahasiswa hal yang saya inginkan adalah belajar. Belajar banyak hal dan mengembangkan potensi, minat, dan bakat yang mungkin saya miliki tapi belum saya sadari.

Saat saya menerima jaket kuning saya nanti, hari dimana saya benar-benar secara resmi menjadi mahasiswa UI, saya akan sangat malu sekali menjadi mahasiswa UI jika saya berhenti belajar dan berpuas diri hanya karena diterima di sini. Saya akan malu mengatakan saya anak  UI jika saya hanya mengandalkan nama besar almamater saya untuk menyombongkan diri dihadapan orang lain. Saya malu jika saya hanya bersembunyi dibalik kehebatan kakak-kakak senior saya, para alumni, dan guru besar UI hanya untuk meninggikan ego. Saya tidak bisa berteriak secara lantang bahwa saya mahasiswa UI jika saya belum bisa berkontribusi apa-apa bagi siapapun juga. Dan pada akhirnya, saya akan sangat malu sekali jadi mahasiswa UI jika saya tidak belajar dan berjuang demi kebaikan dan kemajuan negeri di kampus perjuangan ini.

Seperti kata Pidi Baiq, “Dulu, nama besar kampus disebabkan oleh karena kehebatan mahasiswanya. Sekarang, mahasiswa ingin hebat karena nama besar kampusnya.” Saya ingin menjadi pemuda penggerak, harapan, dan masa depan bangsa karena saya mahasiswa UI.

.

.

Oleh: A.L–Seorang Mahasiswa Ilmu Perpustakaan UI 2015

 

(P.s: Sebenernya ini tugas essay OKK tahun kemarin. Ketika saya buka-buka folder lama saya menemukan kembali file ini dan teringat betapa idealisnya saya dulu. Setelah menjadi mahasiswa tahun ke-2 api idealisme itu mulai pudar. Saya berharap untuk kembali menyalakan api idealisme tadi. Semoga.)

Dan semoga tulisan pendek ini bisa menginspirasi pembaca.

Salam hangat,

A.L.

 

Leave a respon ~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s